Sabtu, 28 Agustus 2010

PELAKSANAAN BINTER TERBATAS BATALYON INFANTERI GUNA TERWUJUDNYA KEMANUNGGALAN TNI RAKYAT


Secara historis TNI adalah rakyat pejuang bersenjata yang bersama-sama segenap rakyat pejuang Indonesia lainnya telah berhasil merebut , menegakkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan serta membela kedaulatan NKRI yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.  Peranan dan kondisi TNI AD sebagai bagian integral dari TNI, pada saat ini dan yang akan datang tidak dapat terlepas dari peranan dan kondisi pada waktu sebelumnya yang selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman, namun jati dirinya yaitu TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional tetap tidak berubah. Pengabdian TNI AD telah tercatat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa Indonesia.  TNI AD memiliki jiwa pengabdian yang tinggi dan kemampuan dalam organisasi yang mewarnai keikutsertaan TNI AD dalam pembinaan wilayah dalam rangka pembinaan ketahanan nasional, yang tercermin dalam fungsi Pembinaan Teritorial.

Pembinaan teritorial merupakan segala upaya dan kegiatan yang diselenggarakan oleh TNI AD khususnya satuan Kowil secara optimal, efektif dan efisien guna mendukung tercapainya tugas pokok TNI AD.  Agar penyelenggaraan Binter dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang optimal maka penyelenggaraannya diatur dengan ketentuan pokok yang meliputi peran, tugas dan fungsi Binter sehingga ada kesamaan visi, persepsi dan pola tindak. 

Pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh Satuan Kowil merupakan suatu kegiatan dalam rangka membina hubungan dengan segenap lapisan masyarakat sehingga tercipta kemanunggalan TNI Rakyat.  Kegiatan Binter yang dilaksanakan oleh Satuan Kowil akan sangat terbantu dengan adanya kegiatan Binter terbatas yang dilaksanakan oleh Satuan Non Kowil, baik Satuan Tempur, Satuan Bantem, Satuan Banmin maupun satuan-satuan yang mempunyai pangkalan, yang mempunyai tujuan mewujudkan kemanunggalan TNI Rakyat di sekitar pangkalan.  Namun dalam implementasinya kegiatan Binter terbatas yang dilaksanakan oleh satuan tempur khususnya Batalyon Infanteri saat ini belum terlihat hasilnya secara maksimal di lapangan.  Menyadari hal tersebut diatas maka perlu adanya langkah yang diambil yaitu bagaimana mengoptimalkan pelaksanaan Binter terbatas Batalyon Infanteri guna terwujudnya kemanunggalan TNI-Rakyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar