Berakhirnya masa pemerintahan orde baru ditandai dengan bergulirnya era reformasi telah membawa dampak pada perubahan situasi yang tidak menentu dengan sangat cepat dan sulit untuk diprediksi, kondisi ini telah membawa pengaruh terhadap perkembangan situasi nasional terutama mengenai isu-isu yang berkaitan dengan demokratisasi. Berdasarkan perkembangan tersebut, secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh pada stabilitas nasional, Sehingga diperlukan perhatian khusus dari seluruh komponen bangsa dalam rangka menegakan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Disadari atau tidak fenomena penghancuran suatu negara juga melalui front non militer seperti politik, ekonomi, sosial budaya maupun psykologi yang sesungguhnya sudah merambah dalam kehidupan bangsa Indonesia, belakangan ini berdampak sangat memprihatinkan dan hampir berada pada titik terendah pada diri sikap anak bangsa ini. Mencermati pengaruh tersebut maka dapat dipastikan bahwa ikatan nilai-nilai kebangsaan yang selama ini terpatri kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia yang merupakan pengejawantahan dari rasa cinta tanah air, bela negara dan semangat patriotisme terhadap negara Indonesia mulai menurun bahkan hampir sirna. Yang pada akhirnya berkembang pula adanya sebuah kesadaran etnis yang sempit berupa tuntutan merdeka dari sekelompok masyarakat dibeberapa daerah, seperti Aceh, Ambon dan Papua.
Kondisi wawasan kebangsaan yang dimiliki anak-anak bangsa seperti itu, apabila dibiarkan dapat dipastikan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai ini akan terpecah-pecah, dan pada gililrannya akan memudahkan kekuatan asing masuk ke wilayah kita seperti terjadi pada jaman penjajahan Belanda dahulu. Sebenarnya Wawasan Kebangsaan Indonesia itu sudah dicetuskan oleh seluruh Pemuda Indonesia dalam suatu tekad pada tahun 1928 yang dikenal dengan sebutan “Sumpah Pemuda” yang intinya bertekad untuk bersatu dan merdeka dalam wadah sebuah “Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
Mencermati kondisi yang yang sangat rentan didalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara TNI AD khususnya jajaran aparat komando wilayah sebagai salah satu komponen bangsa yang masih tetap konsisten terhadap keutuhan NKRI perlu menjawab tantangan tersebut diatas bersama – sama Pemerintah daerah dan komponen lainya dalam memantapkan militansi bangsa di wilayahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar